ANALISIS PERBANDINGAN BIAYA DAN WAKTU PELAKSANAAN ANTARA DINDING CAST IN SITU DAN DINDING PRACETAK (STUDI KASUS : CITRA PLAZA NAGOYA, BATAM)

Satryo Pradana Putra, Darmawan Pontan

Abstract


Perkembangan zaman menuntut adanya kegiatan masyarakat yang berada di Jakarta untuk produktif setiap harinya dan perkembangan zaman juga menuntut adanya membangun bangunan harus cepat diselesaikan, biaya yang rendah dan mutu yang tinggi. Pekerjaan dinding merupakan salah satu komponen yang penting dalam mebangun bangunan dan pekerjaan dinding mempunyai inovasi dari teknologi konstruksi, yaitu dinding cast in situ dan dinding pracetak. Perbedaan yang mendasar antara dinding cast in situ dan dinding pracetak adalah terdapat di material dan metode pelaksanaan, perbedaan material dan metode pelaksanaan inilah yang menyebabkan perbedaan tahapan pelaksanaan, perbedaan waktu dan perbedaan biaya. Penulis menjadikan Citra Plaza Nagoya objek penelitian yang dimana, bangunan ini merupakan bangunan apartemen yang memakai dinding eksterior dinding cast in situ dan terletak di kota Batam dengan konsep hunian yang modern, nyaman dan stategis di pusat kota Batam. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis efisiensi waktu dan ekonomis biaya pelaksanaan antara dinding cast in situ dan dinding pracetak. Hasil analisis menggunakan RAB dan Kurva S menunjukkan bahwa dinding pracetak mempunyai efisiensi waktu dan ekonomis biaya yang lebih baik dibandingkan dengan dinding cast in situ.


Keywords


Dinding Cast In Situ, Dinding Pracetak, Anggaran Biaya, Kurva S

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Aftortu, M. R. (2019). Analisis Resiko Proyek Konstruksi Studi Kasus Bendungan Way Sekampung Paket 2 Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Dan Domino.

Ahmad Kurnia. (n.d.). SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHAT.

Auliak Amri. (2015). Manajemen risiko - ISO 31000. https://blogs.itb.ac.id/23215077auliakamriel5007mkisem1t15d16mr/2015/11/15/proses-manajemen-risiko/

Djamal, N., & Azizi, R. (2015). IDENTIFIKASI DAN RENCANA PERBAIKAN PENYEBAB DELAY PRODUKSI MELTING PROSES DENGAN KONSEP FAULT TREE ANALYSIS (FTA) di PT. XYZ. Jurnal Intech Teknik Industri, 1(1), 34–45. https://doi.org/10.30656/intech.v1i1.154

Hanif, R. Y., Rukmi, H. S., & Susanty, S. (2015). PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KERATON LUXURY DI PT. X DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE and EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) * RICHMA YULINDA HANIF, HENDANG SETYO RUKMI, SUSY SUSANTY. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli, 03(03), 137–147.

Ii, B. A. B., Manajemen, A., & Manajemen, P. (2006). No Title. 17–34.

Indonesia, S. (2012a). Lean Six Sigma Tools: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis). http://shiftindonesia.com/lean-six-sigma-mengenal-metode-fmea-failure-mode-and-effects-analysis/

Indonesia, S. (2012b). Lean Six Sigma Tools: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis).

Kebudayaan, K. P. dan. (n.d.). Peta Risiko. Manajemen resiko dikembangkan organisasi secara sistematis dan terstruktur untuk memastikan tidak terjadinya gangguan terhadap aktivitas organisasi dalam mencapai visi, misi, dan tujuannya. Tidak banyak organisasi yang secara serius memperhatikan masalah

M.Hanafi, M. (2014). Risiko, Proses Manajemen Risiko, dan Enterprise Risk Management. Management Research Review, 1–40. http://repository.ut.ac.id/4789/1/EKMA4262-M1.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v2i1.8990

Refbacks

  • There are currently no refbacks.