PENCERMINAN KONSEP ARSITEKTUR NEO-VERNAKULAR PADA BANGUNAN INDONESIA CONVENTION EXHIBITION di BSD

Bella A. Marvinsta, Etty R. Kridarso, Sri Tundono

Abstract


Indonesia Convention Exhibition atau (ICE) merupakan pusat dari sebuah konvensi dan exhibisi yang paling besar di Indonesia dan merupakan salah satu pusat yang terbesar di Asia Tenggara yang terletak di“BSD”City. Fungsi bangunan ini menjadi salah satu bangunan penting di Indonesia untuk menampung kegiatan seperti pertemuan, pameran, dan acara yang berskala nasional maupun internasional. Karena bangunan ini berskala internasional, sudah seharusnya bangunan ICE ini menerapkan arsitektur dengan gaya neo-vernakular yang menggabungkan unsur arsitektural dengan gaya tradisional Indonesia dan arsitektur modern untuk memperkenalkan budaya asli Indonesia ke ranah internasional. Namun, faktanya bangunan ICE ini belum dapat disebut bangunan yang bergaya neo-vernakular jika belum memenuhi kriteria prinsip arsitektur neo-vernakular. Tujuan penulisan ini untuk menganalisa bangunan Indonesia Convention Exhibition berdasarkan kriteria arsitektur neo-vernakular. Menggunakan metode penelitian kualitatif yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data dan juga membandingkan data dengan bangunan eksisting, setelah di lakukan penelitian dengan metode tersebut lalu dapat dihasilkan bahwa bangunan Indonesia Convention Exhibition di daerah BSD ini tidak memenuhi kriteria sebagai bangunan dengan gaya arsitektur neo-vernakular.


Keywords


Konsep Arsitektur Neo-Vernakular, BSD ,Bangunan Konvensi Ekshibisi

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Charles Jencks. (1986) The Language of Post – Modern Architecture

Erdiono, D. (2011). Tinjuan Arsitektur ‘Modern’ Neo-Vernakular di Indonesia. Jurnal Sabua, 3(3), 32–39.

Indraswara, M. S. (2014). Convention and Exhibition Centre Semarang Dengan Penekanan Desain Advanced Structure. Imaji, 3(4), 511–518.

Lawson, F. (1981). Conference, convention, and exhibition facilities: a handbook of planning, design, and management. Architectural Press, 1981.

Lawson, F. (2000). Congress, Convention and Exhibition Facilities: Planning, Design and Management. Architectural Press, 2000.

Penner, R. H. (1991).Foreword.In R. H. Penner, Conference center planning and design.New York: Watson- Gutpill.

Penekanan, D., & Architecture, D. P. (2014). Pemalang convention center. Imaji, 3(3), 61–70.

Sukada, (1988), Analisis Komposisi Formal Arsitektur Post-Modern, Seminar FTUI Depok

Siyoto, S., & Sodik, A. (2015).Dasar Metodologi Penelitian (Ayup (ed.)). Literasi Media Publishing.




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v2i1.8985

Refbacks

  • There are currently no refbacks.