PENERAPAN PRINSIP ARSITEKTUR IKONIK DAN CIRI VISUAL TERHADAP PERANCANGAN BANGUNAN SEKRETARIAT ASEAN

Gilang Dewi Rahayu, Enny Supriyati Sardiyarso, Sri Handjajanti

Abstract


Bangunan Sekretariat ASEAN lama yang sudah berdiri sejak tahun 1980-an dinilai tidak lagi dapat memenuhi seluruh fungsi kegiatan yang dilakukan organisasi ASEAN. Sehingga muncul gagasan untuk mengembangkan bangunan Sekretariat ASEAN baru yang rencananya akan berdiri pada lahan eks-kantor Walikota Jakarta Selatan. Bangunan Sekretariat ASEAN yang baru sudah seharusnya menjadi salah satu bangunan ikonik yang dapat merepresentasikan organisasi ASEAN. Sehingga perancangannya dapat dilakukan dengan menerapkan prinsip-prinsip Arsitektur Ikonik yang telah ada, yaitu: skala bangunan yang megah; bentuk yang menarik; struktur yang kuat; dan memiliki makna yang spesifik. Ciri-ciri visual yang terlihat pada bangunan, juga sedapat mungkin disesuaikan dengan pemahaman teori terkait ciri visual serta ketentuannya. Tujuan penulisan dari tulisan ini adalah untuk menjabarkan teori mengenai prinsip Arsitektur Ikonik serta ciri visual berdasarkan hasil studi observasi pada bangunan Sekretariat ASEAN yang telah ada dan menjelaskan penerapannya pada perancangan bangunan baru (kompleks) Sekretariat ASEAN. Metode penulisan dilakukan berdasarkan hasil studi observasi sebagai data primer dan studi literatur sebagai data sekunder. Analisis dilakukan dengan menyajikan tabel observasi bangunan lama, bangunan baru, dan bangunan baru yang dibuat oleh penulis berikut penjelasannya mengenai prinsip Arsitektur Ikonik dan Ciri Visual berdasarkan hasil studi yang telah dibuat. Hasil dari penulisan akan menjabarkan data hasil observasi serta konsep perancangan yang telah memenuhi seluruh prinsip Arsitektur Ikonik serta ketentuan yang berkaitan dengan seluruh ketentuan ciri visual.


Keywords


Sekretariat ASEAN, Ikonik, Ciri Visual

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Aatty, Hawraa M. S.; Al Slik, G. M. R. (2019). Iconic architecture and sustainability as a tool to attract the global attention Iconic architecture and sustainability as a tool to attract the global attention. IOP Publishing, IOPConf. https://doi.org/10.1088/1757-899X/518/2/022076

ASEAN.Available from: https://asean.org/asean/about-asean/. [Diakses pada: 21April 2020].

Ching, F. D. K. (2007). Arsitektur. Bentuk,Ruang, dan Tatanan. Jakarta: Erlangga.

DBG. (2019). Gedung Sekretariat ASEAN.[Online] Setiap Gedung Punya Cerita.

Available from: https://www.setiapgedung.web.id/2019/ 05/gedung-sekretariat-asean.html. [Diakses pada: 14 Maret 2020].

Elhagla, K., Nassar, D. M., & Ragheb, M. A. (2020). Iconic buildings’ contribution

toward urbanism. AlexandriaEngineering Journal, 59 (2), 803–813.https://doi.org/10.1016/j.aej.2020.01.02 0

Kementerian Luar Negeri. (2017).ASEAN Selayang Pandang (22nd ed.). Jakarta:Sekretariat Direktorat Jenderal Kerja Sama ASEAN, Kementerian Luar Negeri.

Pandey,Prabhat; Pandey, M. M. (2015). Research Methodology : Tools and Technique. Romania: Bridge Center.

Pawitro, U. (2012). Perkembangan ’arsitektur ikonik’ di berbagai belahan dunia. Majalah Ilmiah TRI-DHARMA Kopertis Wilayah IV Jabar & Ban Ten, Bandung, Nomor:01/Tahun XXV/Agustus 2012, 01.

Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta. (2016). Penataan Ruang Kawasan Kebayoran Baru 2016.

Sukada, B. A. (2011). Membuka SelubungCakrawala Arsitek Soejoedi. Jakarta:Gubahlaras Arsitek dan Perencana.




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v2i1.8979

Refbacks

  • There are currently no refbacks.