KRITERIA PERANCANGAN RUANG LUAR PADA PUSAT SENI DAN KEBUDAYAAN DI JIMBARAN DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING EDUKATIF

Adinda Larasati Octaviani, Dedes Nur Gandarum, Rita Wlaretina Wlaretina

Abstract


Pusat seni dan kebudayaan Jimbaran merupakan suatu kawasan yang menampung berbagai kegiatan seni rupa guna melestarikan budaya dan mengedukasi masyarakat akan seni dan kebudayaan itu sendiri. Maka dari itu penting adanya penggunaan pendekatan placemaking edukatif pada perancangan suatu pusat seni kebudayaan agar dapat menciptakan rancangan yang dapat mengedukasi masyarakat tidak hanya melalui kegiatannya namun juga secara pasif melalui pola rancangannya.Untuk mencapai itu maka perlu ada perancangan ruang luar sebagai fasilitas pendamping yang dapat menambahkan daya tarik dan keguanaan pada pusat seni dan kebudayaan ini. Tulisan ini bertujuan untuk merumuskan kriteria perancangan ruang luar yang baik pada pusat seni dan kebudayaan Jimbaran dengan pendekatan placemaking edukatif yang menggunakan metode studi literatur,yang kemudian menghasilkan suatu gabungan kriteria khusus akan perancangnan ruang luar pusat seni dan kebudayaan di Bali dengan pendekatan placemaking edukatif.

 


Keywords


ruang luar, kriteria, placemaking,edukatif, pusat seni dan kebudayaan

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Arrafiani. (2012) . Rumah Etnik Bali. Jakarta : Griya Kreasi.

Cara, Courage. & McKeown,Anita. (2018). Creative Placemaking: Research, Theory and Practice . New York : Routledge.

De Carli, Geogirna. (2012). Museum, Cultural Centre or Both?.New York.

Fisher, Kimberly. (2017). How Placemaking and Positive Incentives Can Enhance Urban Walkability and Revolutionize the Citizens’ Experience of Streets as Public Spaces (symposia). Journal of Transport & Health. Volume 7. S86- S87.

Gantini,Christina. (2009) Warna-warni Arsitektur Bali. Bandung : Bandung Institute ofTechnology.

Katharina, H. Anthony. (1997). Design Juries on Trial. New York : The Reinassance of DesignStudio.

Rodman, Donna. (2009). Universal Design Guidelines for Outdoor Spaces: Plan and Design for Choice. Meadows :Corporation of the District of Maple Ridge

Wijaya, I Kadek Merta. (2019). Konsepsi Natah Dan Lebuh Sebagai “Ruang Keseimbangan” Dalam Arsitektur Tradisional Bali. Jurnal Arsitektur Zonasi. Volume 2 No.2

Wyckoff, Mark A. (2015) . Placemaking as an Economic Development Tool




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v2i1.8970

Refbacks

  • There are currently no refbacks.