MANAJEMEN RISIKO K3 PADA PROYEK BENDUNGAN TEMEFNUSA TENGGARA TIMUR DENGAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS ¬¬¬(FTA)

William Aldrian Imanuel Mawikere, Bambang Endro Yuwono

Abstract


Risiko adalah sesuatu kemungkinan yang dapat terjadi dalan suatu pekerjaan yang dapat memberikan kerugian dan juga keuntungan. Risiko terhadap suatu proyek konstruksi sendiri bersifat tidak bisa dihindari terutama dalam pekerjaan konstruksi besar seperti Proyek Bendungan Temef yang direncanakan akan menjadi Bendungan terbesar di Nusa Tenggara Timur. Maka dari itu dibutuhkannya manajemen risiko yang dapat meminimalisir kecelakaan terhadap kesehatan dan ,keselamatan kerja (K3). Penelitian ini menggunakan dua metode yaitu Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengetahui risiko-risiko yang berpotensial terjadi dan Fault Tree Analysis (FTA) untuk menganalisis faktor penyebab dominan terjadinya risiko tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui risiko-risiko yang berpotensial terjadi pada Proyek Bendungan Temef dan kemungkinan penyebab terjadinya risiko sehingga dapat dihindari. Hasil dari penelitian ini menunjukan terdapat beberapa risiko yang berpotensial terjadi pada masing-masing paket pekerjaan proyek konstruksi yang pertama pada pekerjaan paket 1 diperoleh 3 risiko yang menjadi prioritas yaitu tertimbun tanah longsor disebabkan oleh 16 kombinasi kesalahan, hujan deras, sungai banjir disebabkan oleh 29 kombinasi kesalahan. Selanjutnya pada pekerjaan paket 2 diperoleh 3 risiko yang menjadi prioritas yaitu tertimbun tanah longsor disebabkan oleh 16 kombinasi kesalahan, kecelakaan alat berat disebabkan oleh 18 kombinasi kesalahan, excavator terguling disebabkan oleh 12 kombinasi kesalahan.


Keywords


Manajemen Risiko, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA), Fault Tree Analysis (FTA), Bendungan Temef, Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Aftortu, M. R. (2019). Analisis Resiko Proyek Konstruksi Studi Kasus Bendungan Way Sekampung Paket 2 Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Dan Domino.

Ahmad Kurnia. (n.d.). SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHAT.

Auliak Amri. (2015). Manajemen risiko - ISO 31000. https://blogs.itb.ac.id/23215077auliakamriel5007mkisem1t15d16mr/2015/11/15/proses-manajemen-risiko/

Djamal, N., & Azizi, R. (2015). IDENTIFIKASI DAN RENCANA PERBAIKAN PENYEBAB DELAY PRODUKSI MELTING PROSES DENGAN KONSEP FAULT TREE ANALYSIS (FTA) di PT. XYZ. Jurnal Intech Teknik Industri, 1(1), 34–45. https://doi.org/10.30656/intech.v1i1.154

Hanif, R. Y., Rukmi, H. S., & Susanty, S. (2015). PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KERATON LUXURY DI PT. X DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE and EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) * RICHMA YULINDA HANIF, HENDANG SETYO RUKMI, SUSY SUSANTY. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli, 03(03), 137–147.

Ii, B. A. B., Manajemen, A., & Manajemen, P. (2006). No Title. 17–34.

Indonesia, S. (2012a). Lean Six Sigma Tools: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis). http://shiftindonesia.com/lean-six-sigma-mengenal-metode-fmea-failure-mode-and-effects-analysis/

Indonesia, S. (2012b). Lean Six Sigma Tools: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis).

Kebudayaan, K. P. dan. (n.d.). Peta Risiko. Manajemen resiko dikembangkan organisasi secara sistematis dan terstruktur untuk memastikan tidak terjadinya gangguan terhadap aktivitas organisasi dalam mencapai visi, misi, dan tujuannya. Tidak banyak organisasi yang secara serius memperhatikan masalah

M.Hanafi, M. (2014). Risiko, Proses Manajemen Risiko, dan Enterprise Risk Management. Management Research Review, 1–40. http://repository.ut.ac.id/4789/1/EKMA4262-M1.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v2i1.8957

Refbacks

  • There are currently no refbacks.