IDENTIFIKASI FAKTOR RISIKO PADA PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN SADAWARNA PAKET II

Desy Veronika Sitepu, Darmawan Pontan

Abstract


Risiko adalah bahaya, akibat atau konsekuensi yang dapat terjadi akibat sebuah proses yang sedang berlangsung atau kejadian yang akan datang. Risiko internal maksudnya adalah segala risiko yang kemungkinan terjadi di dalam internal perusahaan. Untuk mendapatkan risiko internal pada proyek Pembangunan Bendungan Sadawarna Paket II penelitian ini menggunakan metode triangulasi. Cara yang dilakukan untuk mendapatkan faktor risiko internal (non – teknik) dengan melakukan wawancara, observasi dan dokumentasi kepada para responden. Dan dilakukannya identifikasi
risiko untuk mengetahui faktor risiko internal (non – teknik) pada proyek
Pembangunan Bendungan Sadawarna Paket II. Dari analisis tersebut didapatkan faktor risiko interrnal (non-teknik) yaitu (1) Faktor Peralatan (kerusakan peralatan), (2) Faktor Manajemen (urutan kegiatan kerja yang kurang baik dan kesalahan dalam pemahaman dokumen kontrak), (3) Faktor Keuangan (ketersediaan keuangan selama pelaksana), (4) Faktor Lingkungan dan Masyarakat (pengaruh cuaca pada aktifitas konstruksi), (5) Faktor Perencanaan (kesalahan desain oleh perencana), (6) Faktor
Tenaga Kerja (campur tangan atau intervensi owner), (7) Faktor Bahan (kekurangan bahan).


Keywords


Risiko, risiko internal (non-teknik), pembangunan bendungan, metode triangulasi

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Aftortu, M. R. (2019). Analisis Resiko Proyek Konstruksi Studi Kasus Bendungan Way Sekampung Paket 2 Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Dan Domino.

Agung, I. G., Mas, I., Kristinayanti, W. S., Made, I. G., & Aryawan, O. (2016). Manajemen Risiko Proyek Pembangunan Underpass Gatot Subroto Denpasar. Jurnal Akuntansi, Ekonomi Dan Manajemen Bisnis, 4(1), 1–6.

Alfatiyah, R. (2017). Analisis Manajemen Risiko Keselamatan dan Kesehatan Kerja dengan Menggunakan Metode Hirarc pada Pekerja Seksi Casting. Jurnal Mesin Teknologi (SINTEK Jurnal), 11(2), 88–101.

Auliak Amri. (2015). Manajemen risiko - ISO 31000. https://blogs.itb.ac.id/23215077auliakamrie

l5007mkisem1t15d16mr/2015/11/15/prose s-manajemen-risiko/

Djamal, N., & Azizi, R. (2015). IDENTIFIKASI DAN RENCANA PERBAIKAN PENYEBAB DELAY PRODUKSI

MELTING PROSES DENGAN KONSEP FAULT TREE ANALYSIS (FTA) di PT. XYZ. Jurnal Intech Teknik Industri, 1(1),34–45. https://doi.org/10.30656/intech.v1i1.154

Gunawan, J., Andi, Surono, W., & Andi. (2015). Identifikasi dan Alokasi Risiko-Risiko pada Proyek Superblok di Surabaya. Jurnal Dimensi Pratama Teknik Sipil, 4(2), 1–8.

M.Hanafi, M. (2014). Risiko, Proses Manajemen Risiko, dan Enterprise Risk Management. Management Research Review, 1–40. http://repository.ut.ac.id/4789/1/EKMA426 2-M1.pdf

Norken, I., Yudha Astana, I., & Ayu Manuasri, L. (2012). Manajemen Risiko Pada Proyek Konstruksi Di Pemerintah Kabupaten Jembrana. Jurnal Ilmiah Teknik Sipil, 16(2), 202–211.

Oliver, J. (2013). Metode Penelitian. Metode Penelitian, 37–54. https://doi.org/10.1017/CBO97811074153 24.004

Pasaribu, H. P., Setiawan, H., Ervianto, W. I., Magister, M., Sipil, T., Atma, U., Yogyakarta, J., Magister, D., Sipil, T., Atma, U., & Yogyakarta, J. (n.d.). METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS ( FMEA ) DAN

FAULT TREE ANALYSIS ( FTA ) UNTUK MENGIDENTIFIKASI POTENSI DAN PENYEBAB.

Pembangunan, P., Daniel, J., Tuelah, P., Tjakra, J., & Walangitan, D. R. O. (2015). PERANAN KONSULTAN

MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA TAHAP PELAKSANAAN PROYEK PEMBANGUNAN (Studi Kasus : THE

LAGOON TAMAN SARI). Tekno, 12(61), 47–54.R, N. F. (2015). S_TE_1102479_Chapter3. 33–47.

Risiko, M., Proyek, D., & Labombang, M. (2011). MANAJEMEN RiSIKO DALAM PROYEK KONSTRUKSI.

Wideman, Max.R.1992. Project And Program Risk Management: A Guide To Managging Project Management Institute. Amerika

Labombang, Mastura. 2011. Manajemen Risiko. Jurnal SMARTek. (Vol.9 No.1 Pebruari 2011)




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v2i1.8949

Refbacks

  • There are currently no refbacks.