IDENTIFIKASI FAKTOR DOMINAN REWORKPADA PELAKSANAANPEKERJAAN STRUKTUR KONSTRUKSI BAJA PROYEK ALUMKA AP-AC

Nelco Andreti Novari, Bambang Endro Yuwono

Abstract


Proyek konstruksi merupakan serangkaian aktivitas yang saling berkaitan dan dilaksanakan melalui sistem manajemen proyek tertentu yang pada umumnya setiap proyek konstruksi mempunyai rencana dan jadwal pelaksanaan. Namun masalah dapat timbul apabila terdapat ketidaksesuaian antara rencana yang telah dibuat dengan kenyataan sebenarnya. Hal tersebut dikarenakan adanya aktivitas rework(pekerjaan lebih dari dua kali ) pada satu atau beberapa item pekerjaan konstruksi. reworksangat sulit untuk dihindari bahkansangat tidak mungkin untuk tidak terdapat adanya reworkpada proyek konstruksi namun dapat diminimalisir dengan usaha pencegahan dengan mengetahui faktor penyebabnya. Dari penelitian ini dapat diketahui faktor-faktor yang dapat menyebabkan terjadinya reworkpada pelaksanaan pekerjaan struktur konstruksi baja proyek ALUMKA AP-AC. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner yang melibatkan kontraktor khususnya bagian teknik dan konsultan pengawas/pengawas internal.dan untuk mengetahui faktor dominan reworkdilakukan identifikasi menggunakan AHP (Analytical Hierarchy process) untuk mencari bobot faktor pada setiap sub faktor yang dapat menjadi penyebab reworkdan mengetahui faktor dominannya. berdasarkan bobot tertinggi dari perhitungan AHP hasil faktor dominan reworkpada faktor sumber daya manusiayaitu kurangnya pemahaman mengenai gambar tender , gambar pelaksanaan dan gambar detail baja (A4) dengan bobot faktor 0,2705. Pada faktor metode kerja yaitu kesalahan pada pengukuran titik koordinat (base plate) dengan bobot 0,3792 (A6), kesalahan proses penyambungan baut / penyambungan dengan pengelasan dengan bobot 0,4736 (A9), posisi lubang , diameter dan bentuk lubang yang menyimpang dari toleransi standar (A13) dengan bobot faktor 0,3848 danpada faktor lingkungan yaitucuaca buruk / hujan yang menghalangi proses pengelasan baja (A15) dengan bobot faktor 0,3458.


Keywords


Rework, AHP , Struktur Baja

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Aftortu, M. R. (2019). Analisis Resiko Proyek Konstruksi Studi Kasus Bendungan Way Sekampung Paket 2 Dengan Metode Failure Mode and Effect Analysis Dan Domino.Ahmad Kurnia. (n.d.). SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN DAN KESEHAT.Auliak Amri. (2015). Manajemen risiko -ISO 31000. https://blogs.itb.ac.id/23215077auliakamriel5007mkisem1t15d16mr/2015/11/15/proses-manajemen-risiko/Djamal, N., & Azizi, R. (2015). IDENTIFIKASI DAN RENCANA PERBAIKAN PENYEBAB DELAY PRODUKSI MELTING PROSES DENGAN KONSEP FAULT TREE ANALYSIS (FTA) di PT. XYZ. Jurnal Intech Teknik Industri, 1(1), 34–45. https://doi.org/10.30656/intech.v1i1.154Hanif, R. Y., Rukmi, H. S., & Susanty, S. (2015). PERBAIKAN KUALITAS PRODUK KERATON LUXURY DI PT. X DENGAN MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE and EFFECT ANALYSIS (FMEA) dan FAULT TREE ANALYSIS (FTA) * RICHMA YULINDA HANIF, HENDANG SETYO RUKMI, SUSY SUSANTY. Jurnal Online Institut Teknologi Nasional Juli, 03(03),137–147.Ii, B. A. B., Manajemen, A., & Manajemen, P. (2006). No Title. 17–34.Indonesia, S. (2012a). Lean Six Sigma Tools: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis). http://shiftindonesia.com/lean-six-sigma-mengenal-metode-fmea-failure-mode-and-effects-analysis/Indonesia, S. (2012b). Lean Six Sigma Tools: Mengenal Metode FMEA (Failure Mode and Effects Analysis).Kebudayaan, K. P. dan. (n.d.). Peta Risiko. Manajemen resiko dikembangkan organisasi secara sistematis dan terstruktur untuk memastikan tidak terjadinya gangguan terhadap aktivitas organisasi dalam mencapai visi, misi, dan tujuannya. Tidak banyak organisasi yang secara serius memperhatikan masalah

M.Hanafi, M. (2014). Risiko, Proses Manajemen Risiko, dan Enterprise Risk Management. Management Research Review, 1–40. http://repository.ut.ac.id/4789/1/EKMA4262-M1.pdf




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v2i1.8946

Refbacks

  • There are currently no refbacks.