PENERAPAN KONSEP HEALING ENVIRONMENT PADA BANGUNAN RAWAT INAP RS. ORTOPEDI DI SURAKARTA

Rafika Rachmawati, Popi Puspitasari, Rita Walaretina

Abstract


Rumah Sakit Ortopedi merupakan rumah sakit khusus tulang yang memberikan perawatan dan pengobatan medis, dan diperuntukkan bagi masyarakat dalam menjalani proses penyembuhan. Bangunan rumah sakit terkadang membawa kesan yang menyeramkan bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan. Lingkungan rumah sakit yang tidak memperhatikan elemen- elemen penyembuhan tertentu dapat menambahkan tingkat stress bagi psikologi pasien, khususnya bagi mereka yang sedang di rawat di pusat pemulihan pasien. Rumah sakit Ortopedi memerlukan lingkungan yang mendukung dalam proses pemulihan, sehingga dapat memberikan semangat pada diri pasien dalam mempercepat proses penyembuhan oleh terapi- terapi tertentu.
Tulisan ini menawarkan pemecahan masalah melalui penerapan Healing Environment dalam desain arsitektur dengan mempertimbangkan aspek-aspek alam, indera, dan psikologi pengguna. Penerapan konsep Healing Environment dapat diterapkan melalui : (1) mengintegrasikan unsur alam ke dalam desain bangunan, (2) mengakomodasi kenyamanan visual melalui pengaturan pencahayaan pada bangunan rawat inap, (3) menciptakan bentuk bangunan yang mempertimbangkan kebutuhan psikologi pasien. Tulisan ini dibuat berdasarkan studi tipologi, studi preseden, dan studi konteks yang disusun melalui studio Tugas Akhir Arsitektur. Hasil akhir tulisan adalah kriteria perancangan dan alternatif model penerapan kriteria tersebut pada bangunan rawat inap.


Keywords


Healing Environment, Rumah Sakit, Rawat Inap

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Aditama, T. Y. (2002). Manajemen Administrasi Rumah Sakit. In Jakarta Pusat Bahasa.

Bihastuti, E. J. (2017). PENERAPAN HEALING ENVIRONMENT PADA PERANCANGAN SEKOLAH DASAR LUAR BIASA BAGIAN TUNALARAS. ARSITEKTURA.

Coburn, A., Vartanian, O., & Chatterjee, A. (2017). Buildings, beauty, and the brain: A neuroscience of architectural experience. Journal of Cognitive Neuroscience.

Hershberger, R. G. (1999). Architectural Programming and Predesign Manager.

Lidayana, V., Alhamdani, M. R., & Pebriano, V. (2013). Konsep dan Aplikasi Healing Environment dalam Fasilitas Rumah Sakit. Jurnal Teknik Sipil Untan.

Malecha, M. J., & Anthony, K. H. (1993). Design Juries on Trial: The Renaissance of the Design Studio. New York: Van Nostrand.

Permenkes RI. (2010). PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 340/MENKES/PER/III/2010 TENTANG KLASIFIKASI RUMAH SAKIT. Peraturan Menteri Kesehatan Tentang Rumah Sakit.

Putri, D. H., Widihardjo, W., & Wibisono, A. (2013). Relasi Penerapan Elemen Interior Healing Environment Pada Ruang Rawat Inap dalam Mereduksi Stress Psikis Pasien (Studi Kasus: RSUD. Kanjuruhan, Kabupaten Malang). ITB Journal of Visual Art and Design.

Reiling, J., Hughes, R. G., & Murphy, M. R. (2008). The Impact of Facility Design on Patient Safety. In Patient Safety and Quality: An Evidence-Based Handbook for Nurses.

Republik Indonesia. (2009). UU RI momor 44 tahun 2009 tentang rumah sakit. Jakarta.

Swanson, K. M., & Wojnar, D. M. (2004). Optimal healing environments in nursing. Journal of Alternative and Complementary Medicine.

Ulrich, R. S. (1992). How design impacts wellness. The Healthcare Forum Journal.




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v1i2.6629

Refbacks

  • There are currently no refbacks.