ARSITEKTUR KONTEKSTUAL DI BANGUNAN PUSAT BUDAYA SUMATERA BARAT

Siti Sabila

Abstract


ABSTRAK

 

Pusat Budaya Sumatera Barat adalah wadah kegiatan seni budaya yang memiliki identitas budaya, serta menyesuaikan dengan lingkungan sekitar. Prinsipnya, arsitektur kontekstual sejalan dengan kebutuhan Pusat Budaya karena berhubungan dengan lingkungan, area, kondisi bangunan sekitar, masyarakat, dan budaya daerah setempat. Makalah ini memaparkan arsitektur kontekstual yang memengaruhi prinsip Pusat Budaya Sumatera Barat, serta hubungannya dengan lingkungan di sekitar bangunan. Metodenya menggunakan metode eksploratif. Variabelnya adalah atap, ornamen, dan gubahan massa. Hasil menunjukkan bahwa atap yang kontekstual adalah atap Gonjong. Ornamen yang kontekstual adalah seni ukir khas budaya Minangkabau. Komposisi gubahan massa yang kontekstual adalah simetris, selaras, dan bentuk bangunan persegi panjang.


Keywords


arsitektur kontekstual, budaya, pusat budaya

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Arikunto, S. (2006). Prosedur Penelitian: Suatu

Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka

Cipta.

Brolin, Brent C. (1980). Architecture in Context.

Van Nostrand Reinhold.

Ismail, Sudirman. (2007) Arsitektur Tradisional

Minangkabau: Nilai-nilai Budaya dalam Arsitektur Tradisional Rumah Adat. Padang: Bung Hatta University Press.

Lucas, Robert E., Jr. (2002). Lectures on Economic Growth. Cambridge: Harvard University Press.

Marah, Risman. (1987). Ragam Hias Minangkabau. Yogyakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Syafwandi. (1993). Arsitektur Tradisional Sumatera Barat. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Syamsidar, B. A. (1991). Arsitektur Tradisional Daerah Sumatera Barat. Jakarta:

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v1i1.5953

Refbacks

  • There are currently no refbacks.