PENERAPAN ASPEK BUDAYA “BABARI” PADA POLA KAWASAN KAMPUNG NELAYAN

Raeval Baskara

Abstract


Kampung nelayan menjadi salah satu solusi dari mewadahi dan memajukan daerah kepulauan gebe. Perencanaan Kampung Nelayan diharapkan mampu menaungi kegiatan pariwisata maupun edukasi serta mampu mewadahi para nelayan di kawasan Kepulauan Gebe. Untuk itu kawasan harus memiliki kualitas pola sirkulasi antar ruang yang baik. Aspek pola sirkulasi pada kawasan Kampung Nelayan didukung dengan adanya ruang transisi yang berkesinambung antar fungsi dalam bangunan serta dapat mempresentasikan nilai, unsur, maupun budaya melalui penerapan kebudayaan Babari.


Keywords


Pola sirkulasi,Kebudayaan Babari

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 0| PDF views : 0

References


Pemerintah Halmahera Tengah, bps dan bappeda Halmahera Tengah(2014) Pemerintah Halmahera Tengah, indikasi

program kerja Halmahera Tengah. Halmahera Tengah: (2014)

Muhamad Nur Hanafi Kehidupan Beragama di desa lelilef Kecamatan Weda Tengah Kabupaten Halmahera Tengah Propinsi Maluku utara Jurnal holistik tahun x No.18,Juli-Desember 2016

Francis D.K.Ching, arsitektur bentuk ruang

dan tatanan.jakarta:erlangga(2008)

Juwita, Dwi dan Linda Tondobala.Arsitektur

Tepi Laut. Prodi Arsitektur Unsrat. Vol 8 No

2011

Rahman, Hendra.Pola Penataan Zona, Massa, Dan Ruang Terbuka Pada Perumahan Waterfront Jurusan Teknik

Arsitektur, Fakultas Teknik Sipil dan

Perencanaan-Universitas Petra.2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/psia.v1i1.5948

Refbacks

  • There are currently no refbacks.