PERLINDUNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN ATAS TEMUAN SORGUM SEBAGAI BAHAN PANGAN ALTERNATIF PENGGANTI BERAS

Evidiannita Candrawati, Endang Noerhartati, Joko Nur Sariono, Dina Chamidah, Bambang Yunarko

Abstract


Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami perlindungan hukum atas temuan sorgum sebagai bahan pangan alternatif bagi konsumen,  Penelitian ini menggunakan metode normatif deskriptif dengan menganalisis permasalahan yang ada dengan Undang-undang dan literature yang terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsumen sorgum mendapat perlindungan hukum sesuai dengan pasal 4 butir a dari undang-undang nomer 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, bahwa konsumen mendapatkan Hak atas kenyamanan, keamanan, dan keselamatan dalam mengkonsumsi barang dan/ atau jasa, artinya Perlindungan hukum bagi konsumen atas temuan sorgum sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras sudah terpenuhi, karena sorgum memiliki segala potensi sumber makanan yang kaya akan anti oksidan, magnesium dan bermanfaat untuk mengontrol kadar gula darah, sehingga bisa dijadikan sebagai alternatif pangan untuk menggantikan beras (nasi), sorgum juga aman dan layak dikonsumsi oleh konsumen serta bisa memenuhi kebutuhan konsumen untuk dijadikan sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras sekaligus  mengurangi jumlah permintaan beras (padi) yang semakin meningkat berada diposisi aman tanpa perlu impor beras lagi.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 100| PDF views : 0

References


Evianto H. 1986, Hukum perlindungan konsumen bukanlah sekedar keinginan melainkan suatu kebutuhan, dalam Hukum dan Pembangunan, Nomor 6 tahun ke-XVI6. 582-599

Noerhartati E dan Rizal MF. 2019. Manfaat Akar Sorgum Merah (Sorghum bicolor) Sebagai Imunostimulan Pada Hewan Model Imunosupresi. Prosiding Seminar Nasional Pakar, 1-55.1-1.55. 4

Noerhartati E. Widiartin T, Maslihah M dan Karyanto NW. 2019. Strengthening Entrepreneurship For Sorghum Based Products By Training, Visit, And Online Extension (Tvo) System. JBFEM.. 2(1) : 43-50.

Peter Mahmud Marzuki, 2010, Penelitian Hukum, Cet. VI, Kencana Prenada Media Group, Jakarta, hal. 93

Republik Indonesia “Undang-undang Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen” dalam perlindungan konsumen, 2003, (Jakarta: Dian Rakyat), hlm.12

Rizal MF. Noerhartati E. Samjaya DF dan Jannah AN. 2019. Komparasi Berat Badan Mencit (Mus muscullus) Yang Diinduksi Dexamethasone Pra Dan Pasca Terapi Ekstrak Metanol Akar Sorghum Merah (Sorghum bicolor). PROSIDING SEMINAR NASIONAL CENDEKIAWAN, 491-494 .

Saliem, H.P., M. Ariani, Y. Marisa dan T.B. Purwantini. (2002). Analisisis Kerawanan Pangan Wilayah Dalam Perspektif Desentralisasi Pembangunan. Laporan Hasil Penelitian. Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian. Bogor.

Setneg Republik Indonesia (1996). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 tahun 2002 tentang Ketahanan Pangan. Diunduh dari http://www.repositori.setneg.go.id/

Shidarta. 2000, Hukum Perlindungan Konsumen, Jakarta: P.T Grasindo, hlm 14.

Suryadi. 2010. Perlindungan Hukum Terhadap Konsumen Produk Pangan Olahan yang Mengandung Bahan Rekayasa Genetik. Jurnal Dinamika Hukum. 10 (1) : 70-75.




DOI: http://dx.doi.org/10.25105/semnas.v0i0.5898

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License. Seminar Nasonal Cendekiawan, Lembaga Penelitian, Universitas Trisakti University @2017. All right reserved.