PERUBAHAN TATA LETAK DAN FUNGSI DAPUR PADA RUMAH TINGGAL (TIPE 90M2 - 160M2) DI JAKARTA SELATAN (Studi Kasus : Wilayah Tebet Barat)

Susy Irma Adisurya

Abstract


Abstract
To have a house in Jakarta, for people with middle income is not easy, because the price of the land offered is high and the land in the center of the city are limited. Land area mapping for houses is not as large as in the 1980s. For the area of Tebet Barat, the available land which also has a higher demand is an area of about 90 m2 - 120 m2, with length and width as follows: 15 m x 6 m, 15 m x 7 m and 15 x 9 m. Limited land area for
houses resulted in the number of houses built in the form of terraced (vertical) on the ground that a necessary space for a family could be fulfilled. The limited area of the house resulted in the layout of space undergoing significant changes. The kitchen has variety of activities. The main activities is to process ingredients into a fine dish, so the kitchen become one of the important place in the designing process. Limited land area is also caused another problems. Does the kitchen layout changed? Or does the resident's perspective about kitchen change as well?
To overcome the problem, we will conduct a research by using qualitative method. The result of this research is that there are lot of changes in the kitchen layout of the house and changes the perspective related to function and activities of the residents while in the kitchen.
   Abstrak
Untuk memiliki rumah tinggal di Jakarta, bagi masyarakat dengan tingkat
ekonomi menengah tidak mudah, karena harga tanah yang ditawarkan tinggi dan lahan perumahan di pusat kota yang sedikit. Pemetaan luas tanah untuk rumah tinggal tidak besar seperti pada tahun 1980-an. Untuk daerah Tebet Barat luas tanah yang tersedia dan banyak diminati adalah tanah yang memiliki luas sekitar 90m2 -120m2, dengan ukuran panjang dan lebar sebagai berikut : 15m x 6m, 15m x 7m dan 15 x 9m. Luas tanah yang terbatas untuk rumah tinggal mengakibatkan banyaknya rumah yang dibangun dengan bentuk bertingkat (vertical) dengan alasan agar kebutuhan ruang yang diperlukan sebuah keluarga dapat tercapai.
Luas rumah yang terbatas mengakibatkan tata letak ruangnya mengalami
perubahan. Dapur memiliki kegiatan yang beragam, kegiatan utamanya
mengolah bahan makanan menjadi masakan, karena itu dapur menjadi salah satu ruang penting dalam proses perancangan tempat tinggal. Lahan yang terbatas ini menimbulkan permasalahan, apakah tata letak dapur mengalami perubahan dan apakah cara pandang penghuni terhadap keberadaan dapur pada rumah tinggal mengalami perubahan juga? Untuk menjawab permasalahan tersebut, maka daUntuk menjawab permasalahan tersebut, maka dalam penelitian ini, kami
akan melakukan penelitian dengan menggunakan metode Kualitatif. Hasil
yang di dapat adalah adanya perubahan tata letak dapur pada lay out rumah tinggal dan adanya perubahan cara pandang yang berhubungan dengan fungsi dan kegiatan penghuni saat berada di dapur.
Kata kunci: dapur, rumah tinggal, tata letak

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 222| PDF views : 0


DOI: http://dx.doi.org/10.25105/dim.v14i1.2331

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons

Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

p-ISSN : 2527-5666
e-ISSN : 2549-7782