PASAR LEGI KOTAGEDE YOGYAKARTA Perancangan Alternatif Perangkat Jualan di Pasar Legi Kotagede

Yayah Rukiah, M. Sjafei Andrijanto

Abstract


Abstract
Kotagede market has been established since the 16th century. This market is also often called the legi market, because the peak of the crowd always happens on the days of the lgi market (Legi is the name of one of these in the Java calender). Various kinds of merchandise (commodity merchandise) tools, various live poultry birds such as birds are good at chirping, fodder, plant seeds, knick-knacks accessories household, agate,
various traditional medicinal herbs until the furniture can be found in this market. This research is based on the ability to create a product design that can serve to organize the interaction of traders, while also providing an orderly, clean room that still maintains the traditional market identity context. From the results of the identification of market problems taht exist in yard kotagede Yogyakarta market, the researchers found two fundamental problems that exist in the region that is the problem berween the merchant shop and street vendors or “emperan”. The second
existence of this trader who became the masis of the researcher to create a useful design work for yard legi kotagede Yogyakarta is the creation of trading devices for the traders who do not have a trading room or store, especially for street vendors.
  Abstrak
Pasar Kotagede telah berdiri sejak abad 16. Pasar ini juga kerap disebut Pasar Legi, karena puncak keramaiannya selalu terjadi pada hari-hari pasaran Legi (Legi adalah nama salah satu hari dalam kalender Jawa). Berbagai jenis barang dagangan (komoditas dagangan) yaitu dari sayur-sauran, alat-alat pertanian, berbagai hewan unggas hidup seperti burung yang pandai berkicau, pakan ternak, bibit tanaman, pernak-pernik aksesoris kebutuhan rumah tangga, batu akik, berbagai ramuan obat tradisional hingga mebel dapat ditemui di pasar ini. Penelitian ini didasari untuk mampu menciptakan suatu desain produk yang dapat berfungsi untuk menata tatanan interaksi para pedagang, sekaligus juga memberikan ruang yang tertib, bersih yang masih mempertahankan konteks identitas pasar tradisional. Dari hasil identifikasi persoalan Pasar yang ada di Pasar Legi Kotagede Yogyakarta, peneliti menemukan dua persoalan mendasar yang ada diwilayah tersebut yaitu persoalan antara pedagang toko dan pedagang kaki lima atau “emperan”.
Kedua keberadaan pedagang inilah yang menjadi dasar peneliti untuk
menciptakan karya desain yang bermanfaat untuk Pasar Legi Kotagede
Yogyakarta adalah Penciptaan Perangkat Dagang Bagi kalangan Para
pedagang yang tidak mempunyai ruang dagang atau toko khususnya bagi
para pedagang kaki lima.

Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 205| PDF views : 0


DOI: http://dx.doi.org/10.25105/dim.v14i1.2330

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons

Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

p-ISSN : 2527-5666
e-ISSN : 2549-7782