EKSPLORASI ANOMALI KARAKTERISTIK MOTIF BATIK KAUMAN BATANG DALAM PERSPEKTIF KAIDAH ESTETIKA SENI RUPA ISLAM

Sri Puji Astuti, Sri Pujiningsih

Abstract


Abstract

Batik Kauman is produced by the manufacturer at the Kauman Village, Batang. In this region there are only two producers of batik, Batik Rizky and Batik Rudi (Rudi's Batik). The strong Islamic atmosphere of the environment and the producers’s good islamic understanding, had no effect on the motives of batik production. This research proves that the motives of the 14 variants generated by Rizky Batik (batik cap” and batik tulis”) there are 4 characters of animals: peacock, spider, phoenix birds and snails. And, Batik Rudi that produces 37 variants, there is 1 fish motif. The visual appearance of the animals is not in the form of a naturalist but already distillation with isen as generally batik motives. As we know that Islam does not only regulate all the systems of worship and our life but also in art. Facts show that consumer tastes are the basic consideration of 2 producer to produce batik. Geographical location (the northern coastal area) formed character into a cosmopolitan society, loudly and openly, so Islam developed in the region is acculturative with local culture, that influences the nature of the production Batik Kauman.


Abstrak

Batik Kauman adalah batik yang diproduksi oleh para produsen di wilayah Kelurahan Kauman, Batang. Di wilayah itu hanya ada 2 produsen batik, yaitu Batik Rizky dan Batik Rudi (Rudi’s Batik). Kentalnya nuansa Islami di lingkungan tersebut dan pemahaman keislaman produsennya yang relatif baik tidak ada pengaruhnya pada motif-motif batik hasil produksinya. Terbukti bahwa dari 14 varian motif yang dihasilkan oleh Batik Rizky (batik cap dan batik tulis) terdapat 4 karakter binatang yaitu merak,laba-laba, burung phoenix dan bekicot. Sedangkan pada Batik Rudi yang memproduksi batik cap sebanyak 37 varian motif, terdapat 1 motif ikan. Tampilan binatang tersebut tidak dalam bentuk naturalis tetapi sudah distilasi dengan isen-isen sebagaimana umumnya motif pada batik. Sebagaimana diketahui bahwa Islam tidak hanya mengatur segala sistem ibadah dan kehidupan kita tetapi juga dalam urusannya dengan kesenirupaan. Fakta yang terjadi bahwa selera konsumen menjadi dasar pertimbangan produksi 2 produsen batik tersebut. Letak geografis (Pantura) membentuk watak masyarakatnya menjadi kosmopolitan, keras dan terbuka sehingga Islam berkembang di wilayah tersebut sangat akulturatif dengan budaya lokal, dan hal ini ternyata berpengaruh pada karakter hasil produksi Batik Kauman

 


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract views : 198| PDF views : 0


DOI: http://dx.doi.org/10.25105/dim.v13i2.1787

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Lisensi Creative Commons

Jurnal Dimensi Seni Rupa dan Desain Lisensi Creative Commons Atribusi-NonKomersial 4.0 Internasional.

p-ISSN : 2527-5666
e-ISSN : 2549-7782